Devon gelisah. Sejak tadi ia terus-terusan membalik badan dari sisi kiri ke kanan, lalu sebaliknya. Ia tidak bisa tidur. Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, namun sejak tadi meski memaksakan matanya untuk terpejam, pikirannya terus-terusan mengingat Davina. Ini adalah kali pertama ia tidur sendirian lagi, setelah beberapa waktu lalu selalu ditemani Davina di sisinya. Ia tidak menyangka kalau Davina sangat keras kepala. Sudah menjadi kewajiban Devon sebagai suami untuk mengoreksi sikapnya yang sudah di luar batas. Tapi mengapa Davina malah balik marah padanya? Erisa tidak mungkin berbohong padanya. Ia sudah kenal Erisa sejak kecil. Perempuan itu tidak pernah berbohong padanya. Tapi entah mengapa baik ibunya ataupun Anthony sangat tidak menyukai Erisa. Dan kini Davina pun juga ikut

