“Jangan pergi berduaan dengan Anthony lagi.” Davina nyaris saja tersedak ketika sebuah suara mengagetkannya. Ia sedang minum di dapur dan benar-benar sudah mengantuk ketika Devon menginterupsi di belakangnya. Davina seketika membalik badan dan menemukan Devon tengah berdiri di dekat meja konter. Pria itu masih mengenakan setelan kerja lengkap, tampaknya ia baru saja pulang. “Oh, kamu sudah pulang. Kupikir kamu akan menginap di rumah perempuan tadi,” ujar Davina sinis. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, dan Davina benar-benar lelah menunggu Devon pulang. Meski sebenarnya mereka sudah mendeklarasikan untuk tidak saling mengganggu urusan satu sama lain, namun tetap saja Davina tidak bisa tidur jika Devon belum pulang. “Aku lembur di kantor,” jawab Devon. “Oh, terima kasih in

