“Nyonya!” Asih menjerit saat melihat Davina pingsan di hadapannya. Ia menangkap tubuh Davina yang hampir jatuh membentur lantai. “Nyonya?” panggil Asih lagi. Akan tetapi Davina tidak menjawab. Wajahnya sangat pucat. Cemas dengan kondisi Davina, Asih pun membaringkan Davina ke lantai, lalu bergegas keluar dapur. Ia segera berlari untuk memanggil Devon yang tampaknya masih berada di kamarnya. “Tuan, Nyonya pingsan!” Mendengar Asih yang menjerit memanggilnya, Devon pun keluar dari kamar. “Tuan, Nyonya Davina pingsan,” ujar Asih dengan tubuh gemetar. “Apa?!” tanya Devon terkejut. “Nyonya Davina pingsan. Di dapur...” Devon langsung berlari ke dapur. Di sana Davina tampak terbaring di lantai dapur. Wajahnya pucat. “Davina!” Devon berlutut di lantai dan meraih tubuh Davina. “Davina, kamu

