Erisa tiba lebih dulu di apartemennya. Ia pun kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian minim untuk menggoda ayah angkatnya. Juna tiba di sana lima belas menit kemudian. Ia tampak terkejut melihat penampilan Erisa yang membukakan pintu untuknya. “Sayang...” ujar Erisa yang langsung memeluk Juna. Pria itu segera menahan pundak Erisa, dan menjauhkan tubuh mereka. “Jadi apa yang ingin kamu ceritakan?” tanya Juna tanpa basa-basi. Sekarang ia sadar bahwa ia sudah masuk jebakan Erisa. Ia benar-benar menyesal karena tadi sempat merasa khawatir bahwa telah terjadi sesuatu pada perempuan ini. “Ayo masuk dulu, Pa,” ujar Erisa dengan kedipan mata menggoda dan menarik Juna untuk masuk ke apartemennya. Ketika Juna sudah masuk, Erisa langsung menutup pintu dan berbalik menatap Juna yang kini me

