“Oh, wow, rambut kamu sekarang jadi terurai,” komentar Em ketika Davina kembali ke ruangannya. Sahabatnya itu baru saja keluar dari ruangan Anthony ketika Davina kembali duduk di meja kerjanya. Davina menatap Em dan senyumnya kembali terbit. “Hey, kamu masih di sini.” “Kalian ngapain aja di sana?” tanya Em dengan senyum usil. “Hanya makan siang dan mempelajari beberapa berkas,” jawab Davina. Ekspresinya mendadak keruh karena kembali teringat hal menyebalkan tadi. “Yakin cuma makan siang?” tanya Em dengan tatapan menggoda. “Sebelumnya, rambut kamu digelung dengan sangat rapi. Tapi sekarang....” “Em, kamu ada waktu nanti sore?” tanya Davina tiba-tiba mengalihkan pertanyaan menggoda sahabatnya. “Hmm... Ya, kamu tahu sendiri kan kalau aku masih belum kembali aktif seperti biasanya. Jadi

