“Pokoknya aku harus mengantarkan kamu pulang ke rumah, titik. Aku nggak suka penolakan, oke.” Batara menarik tangan Ayumie untuk di genggam erat, mereka keluar bersama-sama dari dalam ruangan. Batara tak mau mendengarkan alasan apapun ketika lagi dan lagi Ayumie menolak untuk diantarkan pulang. “Aku ingin bertemu bapakmu, oke.” Ayumie tersenyum lebar seiring menatap Batara dan pria itu pun membalasnya dengan senyuman yang begitu tampan meski kini wajahnya kembali pada settingan pabrik tapi hatinya tetap lembut padanya. “Mau ngapain bertemu bapakku, Ndan?” Batara berhenti lalu menatap Ayumie. “Aku ingin halalin kamu secara resmi. Aku ingin kamu selalu bersamaku, Aya.” Lagi lagi senyumannya itu melengkung. “Sudah aku nggak mau pisah-pisah kayak gini,” katanya kembali melanjutkan jalann

