Hilangnya Respect Aku sebenarnya muak dengan semua ini. Sungguh, memangnya ada yang mau diselingkuhin dua kali? Lagi pula, kenapa harus selingkuh? Setelah semua yang sudah aku lakukan? Setelah perjuanganku, apa harus dengan selingkuh suamiku membalasnya? Ini sangat tidak adil! “Mbak Widyad, kok, ngelamun aja? Itu Kiano nangis, loh ….” Kukerjapkan mata berkali-kali. Ya Allah, ke mana akalku sampai tidak sadar kalau baby Kiano menangis di gendonganku? Saat ini aku sedang mengambil jemuran, karena Kiano tidak ada yang jaga, jadi aku bawa saja sekalian. Ini agak merepotkan sebenarnya, tetapi aku berusaha untuk menyelesaikannya dengan baik. Mbak Nia, tetanggaku yang sudah sekitar satu bulan lebih pindah di sebelah rumahku itu kembali menegur, “Mbak Widya ke mana Bik Yatinya? Kok beberapa

