Mobil ku kujalankan pelan menuju rumah Heny, sambil tak henti mulutku beristighfar. Handphone di dalam saku gamis ku bergetar, kulihat dilayar ternyata Mas Huda lah yang melakukan panggilan ini, seketika menetes air mataku, "Asallamualaikum Dek," suara itu benar suara suamiku. "Waalaikumsalam Mas. Kamu dimana sih Mas? Dari kemarin tak ada kabar, hiks hiks hiks" "Maafin ya Dek, aku repot banget sampai lupa nggak ngabarin kamu. Jangan nangis dong, cengeng banget sih!" katanya sedikit meninggi namun aku tahu dia menghawatirkanku. "Aku itu khawatir banget Mas sama kamu. Terus kamu sekarang dimana Mas ?" tanyaku lagi yang mulai bisa menahan tangisku. "Aku dari kemarin ada acara meeting di luar kota, mendadak sekali sih, sampai lupa ngabarin kamu. Nanti sore aku sudah sampai di rumah lagi,

