Jatuh Sakit "Kamu baru pulang, Mas?" Aku menyalami tangan Mas Huda saat dia pulang. "Gimana keadaan kiano? Dia baik-baik aja bukan?" "Alhamdulillah, cideranya nggak parah. Kata tukang urutnya sih begitu." "Syukur deh kalo gitu. Lain kali jangan malas-malasan kayak tadi pagi. Kamu itu itu harus lebih perhatian sama kiano. Untung dia baik-baik aja." Aku beristigfar dalam hati. Tidak sekalipun dia menanyakan keadaanku yang jelas tadi pagi meriang. Yang ada justru aku dituduh malas-malasan. Di mana hati nurani dan kepekaanmu, Mas? "Sekarang dia ada di mana?" "Kiano sudah tidur. Barusan juga udah minum obat." "Dan kamu tinggalin gitu aja? Kamu itu masih berani ninggalin anak yang habis jatuh dari ayunan sendirian?! Nggak ada waspadanya, ya, kamu!" Aku berjengit kaget karena tiba-ti

