23. Menampar Rena

1614 Kata

"Apa kamu akan menginap malam ini?" Meisya terdiam sejenak, tidak langsung menjawab. "Mungkin?" Dia sendiri juga tidak yakin, meskipun sudah bilang kalau dia akan pulang pada Ando. Tapi kenyataannya dia masih enggan untuk pergi, ada rasa berat dan khawatir dalam dirinya akan kondisi suaminya. "Ya, setidaknya aku akan ada teman ngobrol jika kamu menginap di sini. Aku juga tengah menjaga ibuku saat ini, kamu pasti mengenalnya. Ibuku berada di ruang nomor 7 samping ruang rawat suamimu." Meisya menoleh, "apakah yang kamu maksud adalah Bu Asih?" "Iya, dia adalah ibuku. Ibuku sedari awal sering kali menyebutmu, sepertinya dia menyukaimu." "Bu Asih orangnya sangat ramah, sehingga membuatku juga nyaman untuk merawatnya." Meisya hanya menjawab sekenanya, karena dia bahkan tidak mengetahui sia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN