“Lo nggak apa-apa kan?” Cindy tampak memperhatikan Meisya selama beberapa saat yang baru saja keluar dari kamar mandi. ”Perut lo sakit nggak? Apa asam lambung lo kumat?” Meisya hanya menggelengkan kepalanya, badannya terasa lemas setelah dia memuntahkan cairan dalam tubuhnya. Tidak ada makanan apapun yang keluar dari mulutnya, karena dia belum sarapan. Meskipun sekarang sudah jam 9 lewat. “Nggak apa-apa kok, udah dari beberapa hari ini perut gue nggak enak tiap pagi.” “Gue beliin makanan sekarang ya, lo mau makan apa?” “Gue mau nasi padang, rujak buah ada kira-kira nggak ya?” Kening Cindy langsung mengerut saat mendengar apa yang ingin dimakan oleh Meisya. “Rujak buah? Lo abis muntah-muntah kayak gitu kok bisa-bisanya pengen makan rujak buah, makin parah ntar yang ada asam lambung lo.

