Meisya tengah memandang Ando yang saat ini tengah memunguti pakaian mereka yang berserakan di lantai. Dia masih enggan untuk bangun dari tidurnya. Meskipun mereka saat ini harus bersiap-siap untuk pergi ke tempat wisata lainnya. Keduanya telah menghabiskan banyak waktu dengan berada di vila yang rupanya tidak sesuai rencana mengingat ada beberapa hal yang terjadi di luar perkiraan mereka. “Mas, kita berangkat jam berapa?” “Kita akan berangkat jam 8 pagi Sayang, hari ini ada pertandingan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Mas udah beli tiketnya, dan tujuan kita nanti adalah untuk menonton balap MotoGP.” “Jangan bilang tujuan Mas yang sebenarnya mengajakku berlibur ke Lombok untuk menonton MotoGP?” Pikiran itu terlintas begitu saja dalam benak Meisya. Karena selama ini suaminya tidak pernah men

