“Sandiwara? Sandiwara apa yang kamu maksud?” Rena masih tampak bersikap tenang dan sesekali mengambil appetizers yang tersaji di depannya dengan gerakan anggun tanpa terganggu oleh tatapan intimidasi Ando yang ada di depannya. “Apa Mas Ando sama sekali tidak berniat untuk mengakui benihmu sendiri karena kamu sudah beristri? Apa kamu takut istrimu akan marah karena hal ini?” Ando benar-benar merasa muak dengan semua sandiwara yang tengah dimainkan oleh Rena saat ini. Dia hanya ingin segera menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Namun wanita tak tahu malu di depannya ini memiliki wajah setebal tembok yang bahkan jika orang lain mendengarnya akan berpikir jika dia benar-benar pria b******n seperti apa yang dikatakan oleh Rena, “Aku bukan orang bodoh, malam itu tidak terjadi apappun antara

