Calandra duduk bersama Aderiyo di ruang depan, sambil menikmati teh hangat dan camilan churros cokelat yang dia buat. Ini salah satu makanan kesukaan Aderiyo sejak jaman mereka sekolah dulu, Calandra sering membuatkannya khusus untuk pria itu. Makan malam berjalan lancar, mereka berbincang banyak malam ini tentang berbagai macam hal. Dari dulu, Aderiyo tidak pernah berubah di mata Calandra. Mengagumkan, dewasa, penuh semangat, cerdas, dan berbakat. Calandra sangat mengagumi Aderiyo, hanya saja tahu jika di antara mereka ada benteng pemisah yang begitu besar. Calandra hanya diam, bukan berarti dia tidak tahu mengenai keluarga Aderiyo. Selagi orang tua pria itu baik padanya, Calandra tidak masalah jika mereka harus berteman selamanya. "Cilla lagi ujian akhir sekolah ya? Dari tadi sambil

