Saat Gita dan Bunga bertemu, keduanya sama-sama menganga kaget. "Ya Tuhan, Bunga ...!" pekik Gita langsung memegangi tangan wanita itu. Berusaha mengecek keadaannya, lalu menepuk pipinya sendiri. Clara dan Galang yang menyaksikan ini nampak bingung dan bertanya-tanya. Bunga mengangguk mantap, senyumnya begitu lebar. "Gita ... kebetulan macam apa ini? Astaga, nggak nyangka bisa ketemu lagi setelah lama banget berpisah!" Clara mencoba memahami keadaan, alisnya bahkan disatukan dengan dahi berkerut dalam. "Jangan bilang Mama sama tante Bunga temenan sejak lama?" Gita menjentikkan jari, mengangguk membenarkan kalimat itu. "Apa?!" pekik Clara dan Galang secara bersamaan. Keduanya melotot, menganga tidak percaya. "Ini seriusan?" Galang membuka suara duluan. Bunga mengangguk. "Fatmala juga t

