Dengan posisi melingkarkan lengannya pada bahu Nurin, Alby percaya diri memasuki kantin tempat biasa dia makan bersama Galang--kantin lima, milik Bu Hani. Ada banyak sekali pasang mata yang menatap ke arah mereka, menjadi pusat perhatian. Jangan salah, ini pertama kalinya Alby menunjukkan keseriusannya terhadap anak cewek, apalagi satu sekolah dengan mereka. Sebelumnya, Alby tak pernah terdengar kabar dekat dengan siapa pun, bahkan sampai ada yang meragukan kenormalan cowok itu. Nurin yang merasa diperhatikan sejak melewati koridor tadi hanya bisa menundukkan pandangannya. Dia jadi deg-degan sendiri, ini yang pertama kali untuk Nurin juga. Bagaimana perasaannya? Sangat luar biasa, sampai tidak bisa diibaratkan dengan kata-kata. Canggung, Nuring memberikan satu wadah bekal kepada Alby dan

