Sesuai yang Ericko katakan tadi, kini jam sudah menunjukkan pukul sembilan kurang lima belas menit, cowok itu menjemput Nurin di rumahnya. Kembali terjadi perdebatan sengit, Nurin berkali-kali menolak bahkan tak mau keluar dari kamarnya. "Maaf, Nak, tapi Neng Irinnya bilang sedang nggak bisa. Dia akan segera tidur." Mbok Ina memberitahu kepada Ericko dengan sopan. Sudah Mbok Ina bujuk, tapi Nurin tetap menolaknya. Nurin juga mengatakan jika Ericko itu penjahat pada Mbok Ina, jangan dekat-dekat, lebih baik menjaga jarak. Namun meski begitu, dari penglihatan Mbok Ina sendiri ... Ericko ini anak yang sopan. Cara dia berbicara juga tidak kasar, tapi entahlah. Ericko yang memilih tetap di teras nampak mendesah kesal. "Ya sudah, Mbok, nggak pa-pa. Terima kasih, maaf sudah ngerepotin." Setelah

