#56 Keputusan Yang Sulit

1434 Kata

Aurel tak henti hentinya tersenyum, padahal dibalik senyumnya dia tengah menahan rasa nyeri di kepalanya. Obat penahan sakit hanya bertahan beberapa jam saja, setelah itu rasa tidak diinginkan itu kembali. "Sstt...." desis Aurel, wajahnya meringis menahan sakit dengan kedua tangan memegangi kepalanya. "Rel...kenapa sayang?" tanya William, padahal sejak tadi mereka tengah asik ngobrol. Aurel menggelengkan kepala, dirinya tidak sanggup menjelaskan. "Kepalaku..."ucapnya dengan suara perlahan, jika tidak ingat ada William disana dirinya akan berteriak sekuat tenaga mengusir nyeri yang datang tak diundang itu. "Aurel...aku panggilkan perawat ya" lalu tanpa menunggu jawaban, William segera menekan tombol merah di belakang ranjang berkali kali. Dia tidak tega melihat istrinya kesakitan sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN