#62 Cucuku Kapan?

1568 Kata

William bekerja dalam hening, hanya terdengar suara keyboard dari laptopnya saja. Sesekali dia melirik istrinya yang tertidur pulas, tentu saja karena obat penahan sakit yang baru saja di minumnya. Pekerjaan menumpuk setelah ditinggal hampir sebulan lamanya menuntut untuk di selesaikan, belum lagi dia telah berjanji pada Aurel untuk tinggal bersama di Bali seminggu lagi. Waktu yang dimilikinya sangat pendek untuk mempersiapkan segalanya agar dapat dikerjakan dari jarak jauh, lembur sudah pasti merupakan jalan satu satunya. Hatinya was was dan tidak tenang meninggalkan Aurel tanpa penjagaannya, ditambah teror Wenny yang tidak mengenal kompromi. Bagaimana jika dia mengalami serangan panik seperti tadi? Siapa yang akan memberikan obat padanya? Serentetan kekhawatiran bermunculan dalam benak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN