#38 Pejaka Tingting

1256 Kata

Aurel tengah beristirahat di dalam kamar suite yang telah disediakan oleh pihak hotel untuk mempelai. Dia duduk termenung menatap jendela berpemandangan gedung bertingkat, khas Jakarta. Dirinya merenung, menyelami hatinya dan berupaya mengenyahkan keraguan yang tetiba menyergap perasaannya. Sedari tadi dia tidak dapat melepaskan kenangan indah bersama Lintang, pikirannya tenggelam akan masa lalu dan menyesakkan dadanya. Genangan air mata membasahi pelupuk mata tanpa dapat dicegah, mengalir begitu saja tanpa memperdulikan riasan pada wajah cantiknya. "Kenapa keraguan ini hadir disaat aku sudah tidak dapat mundur lagi? Apakah aku bisa hidup dengan William tanpa penyesalan? Apakah bisa aku mencintai pria itu dengan seluruh jiwa ini tanpa menduakannya dengan kenangan akan Lintang?" Masih ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN