"Ada apa sih mendadak kita harus ke Bali?" aku hanya tersenyum mengarahkan telunjukku ke William "Ask you self, he is your brother" "Ka...ihssss..kenapa rahasia rahasian? tinggal ngasih tau aja susah bener ya?" Dewi memajukan bibirnya. "Sabar..ntar juga tau" jawab William "Ah...gue tebak deh. Pasti ini berkaitan dengan hubungan kalian. Haizzzz...putus nyambung putus nyambung kaya telepon aja. Pa, Ma, dah resmiin aja mereka buruan!" Wajahku menghangat mendengar ucapan Dewi yang disertai gelak tawa kedua orang tua William. Pesawat kami masih sekitar satu jam lagi, jadi kami masih menunggu di salah satu cafe di bandara. Tiba tiba terdengar seseorang memanggil namaku, ahh...ternyata pria ganteng bernama Richard. "Aurel...katanya kemarin pulang Bali?" ucapnya sambil berjalan mendekat

