Marah. Ya, saat ini aku merasakan emosiku memuncak. Semua orang disekelilingku sedang mempermainkanku. Mereka semua menutup nutupi infomrasi tentang hal yang sebenarnya. Tiba tiba kurasa ada titk air diatas kepalaku, belum sempat berpikir apa apa tiba tiba titik air semakin deras, ah...hujan. Sekilas aku berpikir langit pun menangis, sama seperti hatiku saat ini. Tidak kuperdulikan air hujan mulai membasahi rambutku, aku duduk diam ditengah hujan dan menikmati dingin yang semakin menusuk kulit. Lalu...kurasa titk air mendadak berhenti membasahi tubuhku tapi suara air hujan yang jatuh ke tanah masih tetap terdengar. "Aurel." kudengar suara lembut yang mententramkan hatiku. "Leo?" sambutku dengan berurai airmata. "Kenapa lo bisa disini? Kemana William?" suara Leo terdengar menaha

