31. C H A N C E

1185 Kata

  Ponsel David berkedip ketika ia sedang berhadapan dengan pasien terakhirnya. Pria itu melirik jam Tudor yang melingkar elegan pada pergelangan tangannya—pukul 9 malam. Sekilas ia memalingkan pandangan pada ponselnya itu dan sedikit mengerutkan keningnya kala ia mendapati nama yang muncul pada layar ponselnya. Dan David terpaksa harus mengabaikan panggilan tersebut saat ini dikarenakan masih ada pasien di hadapannya. Namun, dalam hati David berjanji akan menghubunginya kembali nanti. Lima belas menit setelah pasien terakhirnya tadi, David meraih ponselnya dan berniat untuk menelepon kembali Katrina. Namun ia mengurungkan niatnya ketika pintu ruangannya terbuka dan muncullah wajah Katrina dari balik pintu. “Hai, boleh aku masuk?” tanyanya dengan suara lembut. David mempersilakan Katrin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN