Maura terus-menerus mengetuk pintu kamar. Nadira tiba-tiba bertingkah aneh, ia datang dengan wajah murung lalu masuk ke dalam kamar dan masuk sendiri di dalam. Entah apa yang sudah terjadi pada Nadira, Maura belum bisa menebaknya. "Nadira kemana, Ra?" Tanya Irham. Maura menghela napasnya, "Di dalem." Irham mengangguk, lalu ia memegang gagang pintu kamar. Baru aja akan dibuka tapi diatur, Irham menoleh dan menatap Maura penuh tanya. “Gue engga tahu. Tadi pagi dia emang pergi buat cari udara segar, setelah itu dia balik ke sini terus langsung masuk ke kamar. Gue engga tahu apa yang terjadi sama dia. ” Maura menjelaskan. Irham berpikir keras, berpikir besar ada sesuatu yang terjadi pada dirimu Nadira. Ia yakin ini harus diterima Ale. "Menurut lo gimana?" Tanya nya minta pendapat Irham.

