Nadira berdiri di depan cermin, ia melihat pantulan diri nya sedikit lama. Lalu ambil cermin kecil yang ada di meja rias. Ia medekat kan wajahnya, memperhatikan dari jarak dekat. Nadira menghela napasnya, ia tetap seperti orang gila. Fisik atau mentalnya sangat terlihat jika ia sangat depresi berat. "Makin hancur aja aku." Ia ingat, jika semalaman ia tidak tidur. Ia juga tidak lagi menambah porsi dan jadwal makannya, ia enggan minum. Malam tadi, Nadira suka menolak akal sehatnya. Rambutnya kusut dan pecah, lingkaran bawah mata yang sangat hitam, warna kulitnya memucat. Tidak bisa dideskripsikan lagi bagaimana kondisi Nadira sekarang. Dalam kondisi seperti ini yang ia harap adalah, ia kuat sekuat-kuatnya. Meskipun semua itu memang benar-benar menghilang. Drrt .... drrtt Ponselnya tiba-t
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


