"Aku, terima kamu jadi pacar aku." Kalimat terakhir yang menjadi ending dari film tersebut. Lalu, tontonan nya berganti menjadi tulisan-tulisan nama pemain yang ada di film tadi. Nadira memilih menonton film sejak satu jam yang lalu, sambil menunggu Anira pulang. "Aw, panas!" Nadira mengaduh kepanasan setelah kulit nya terkena sesuatu yang datang dari belakang. "Maaf.." Anira dengan senyum tak berdosa nya yang telah menempelkan sebungkus baso hangat ke kulit Nadira. "Ih apaan sih, Ka?" Ia mengusap tangan nya cepat, lalu sedikit terdengar nada kesal dari cara nya berbicara. "Kamu marah ya? Ya ampun aku cuma bercanda. Ini aku beliin baso buat kamu." Anira menyerahkan sebungkus baso itu ke arah Nadira, namun belum diterima dan masih menggantung. "Baso nya Terminal baso ya? Yang de

