Bab 50. Bimbang

1223 Kata

Pagi itu, Niva baru saja keluar dari kamar sambil merapikan rambut ketika mendapati Ezkar sudah berdiri di dekat pintu apartemen, rapi dengan kemeja kerja dan kunci mobil di tangan. “Bang, berangkat sekarang?” tanyanya sambil mengambil tas. Ezkar seperti sempat ragu sepersekian detik. Lalu ia mengalihkan pandang. “Eh… enggak. Gue ada urusan pagi ini. Lo berangkat sendiri aja ya.” Niva berhenti. Biasanya Ezkar paling anti membiarkannya pergi sendiri kalau arah mereka sejalur begini. “Tumben,” gumamnya. Ezkar cuma mengangkat bahu. “Iya, mendadak.” Nada suaranya datar. Terlalu datar. Niva menatapnya sebentar, tapi akhirnya hanya mengangguk. “Yaudah.” Namun sepanjang jalan menuju Sweet Saturn, perasaan janggal itu tetap menempel. Bukan soal tak diantar. Tapi soal cara Ezkar menghinda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN