"Mas lihat," pekik Haifa dengan wajah dipenuhi binar kebahagiaan luar biasa. "Garis dua?" MataYudha mengerjap ke arah test pack yang dipegang Haifa. "Berarti?" Yudha menatap wajah Haifa. "Aku...aku hamil,Mas." Suara Haifa bergetar. "Masyaa Allah, kamu hamil Sayang?" Yudha menatap tak percaya. "Insyaa Allah, Mas. Kita akan menjadi orang tua sebentar lagi." Terlihat wajah Yudha bersemu merah, tak bisa menyembunyikan rona bahagia di wajah tampannya. Sudut matanya sedikit basah saat tatapan nyajatuh di wajah Haifa. "Makasih sayang, sudah membuatku menjadi pria sejati" "Terimakasih juga sudah menjadikanku wanita sempurna." Haifa tersenyum, membiarkan tangan Yudha membelai lembut perutnya yang masih rata. "Sayang belum bergerak, ya?" Yudha menempelkan wajahnya di perut Haifa, berharap

