"Wadau." Surti hampir terantuk batu di depannya. Kepalanya mendadak berat dengan tingkat kefokusan yang melorot drastis. "Kenapa, Mbak Surti? Perasaan jalannya gak ada batu deh " Rio yang merasa berjalan ditempat yang aman dan lurus sedikit keheranan dan kaget "Mas, aku hilang fokus. Maaf." Surti melirik kembali ke belakang, memastikan Trio Bengek sudah pulang menaiki mobil Meri yang di parkir di halaman rumah sakit tak jauh dari tempat Erika menendang kaleng bekas minuman yang mengenai kepalanya. "Kenapa? Karena kuakui sebagai kekasihku?" Rio tersenyum jahil. "Woalah, iya juga. Aku tadi hampir pingsan mendengar jadi kekasihmu." Surti menjawab polos. "Hehe." Rio tersenyum. "Kenapa? Kaget?" "Hu'um. Kaget banget." Lagi-lagi Surti menjawab dengan jujur. "Kaget senang atau bahagia?"

