Fallen sedang merenung di kamar lamanya. Ia tidak menyentuh makanannya sedikitpun. Ia tampak sedang memandangi sebuah lukisan ibunya dan dirinya yang tergantung di dinding kamar itu. Ukurannya tidak terlalu besar, namun sangat jelas dan cantik. Lukisan itu dibuat saat Fallen masih berusia lima tahun. Wajahnya masih sangat menggemaskan. Fallen berdiri, lalu mendekati lukisan tersebut. Ia menyentuh kaca lukisan tepat di wajah ibunya. Membuatnya menitihkan air mata. "Bu, ini kamarku, tetapi aku tidak betah berada di sini. Padahal di sini banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan ibu, termasuk lukisan ini." "Sampai kapan ayah akan membenciku, Bu?" Fallen kembali bertanya, menatap sedih pada lukisan itu. Ia mengambil lukisan itu, lalu membawanya duduk di sofa. Ia memangkunya seraya mengusap

