PASCA Jeha berteriak meminta-tolong, orang-orang yang mendengar teriakannya pun berdatangan melerai perkelahian Sergio dan Aldi yang kini berakhir di ruang biro kedisplinan untuk diinterogasi. Jeha berjalan mondar-mandir di depan ruangan menunggu Sergio keluar. Aldi sudah keluar lebih dulu dari setengah jam yang lalu sementara Sergio masih terkurung di dalam. Entah apa yang sedang mereka bicarakan sehingga memakan banyak waktu. Jeha cemas Sergio disalahkan dalam masalah ini. Telepon Jeha berbunyi tanda panggilan masuk dari Dergio. Jeha pun mengangkat panggilannya dan menempelkan handphonenya ke sebelah telinga. “Halo.” “Aku sudah di parkiran kampus, kapan kamu selesai kuliah?” Jeha melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 2 siang. Jeha terlambat masuk kelas mata kuli

