“MAAF.” Santika meminta maaf pada Aldi setelah laki-laki itu membantunya kabur dari kejaran polisi dan kini mengantarnya sampai ke halte untuk pulang naik bus. Aldi mengangkat sebelah alisnya. “Maaf kenapa?” “Maaf karena aku sempat mencurigaimu sebagai laki-laki jahat,” jawab Santika sambil memainkan jemarinya karena tidak enak hati. Aldi tersenyum, merasa tidak keberatan. “Tidak apa, semua orang bebas memandangku dengan cara mereka. Tapi hanya aku sendirilah yang tahu seperti apa diriku yang sebenarnya,” sahut Aldi. Santika semakin menyesal setelah mendengar ucapan Aldi. Mungkin dua hari lalu ia memang salah lihat, tidak mungkin laki-laki yang menabraknya adalah Aldi. “Tapi bagaimana bisa kamu mencurigaiku sebagai laki-laki jahat? Kupikir aneh saja kamu tiba-tiba menganggapku begitu

