SERGIO mendatangi mereka dengan geram, matanya seolah memancarkan laser pembunuh. Begitu tiba menghampiri mereka, Sergio menarik kerah kemeja Glen. “Apa-apaan kau ini? Kenapa membawa mahasiswa ke tempat berbahaya seperti ini?” makinya. Glen melotot menyadari kedatangan Sergio. Ia sama sekali tidak mabuk maka tidak mungkin salah lihat, pria yang yang berdiri di depannya sekarang benar-benar adalah Sergio sepupunya. “Dari mana kamu tahu kami ada di sini?” Glen bertanya syok. Sergio tak menjawab dan mengempaskannya begitu saja hingga Glen terjatuh ke sofa. Sergio melirik ke tempat Jeha yang mabuk berat sementara Rossa masih setengah mabuk dan kini memandang takut dirinya. Jeha mendongak, mata sayunya bersitatap dengan sepasang mata cokelat milik Sergio yang menatapnya tajam. Bukannya taku

