MENURUNI tangga dari gedung lantai enam kemudian lanjut jalan kaki sejauh 5 km untuk pulang ke rumah dalam kondisi hati berantakan membuat hari ini teramat melelahkan bagi Jeha. Kurang beberapa meter lagi, Jeha berhenti untuk istirahat sejenak karena tidak kuat. Ia menunduk melihat kedua kakinya yang lecet dan kotor karena tidak bersepatu. Jeha kemudian mendongak menatap langit malam yang dipenuhi bintang-bintang. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum. “Terima kasih, karena malam ini tidak turun hujan. Setidaknya aku tidak akan basah kuyub atau menggigil kedinginan seperti waktu itu,” ucap Jeha, bersyukur pada Allah karena masih berbaik hati padanya malam ini dengan tidak mendatangkan hujan. Jeha melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. “Sudah jam 10 malam, mama dan p

