HARI ini Jeha menyepakati rencana yang diusulkan Rossa kemarin. Apapun yang terjadi Jeha harus bersikap jual mahal di depan Sergio, berpura-pura tidak peduli dan bagian tersulitnya adalah menghindari pria itu. Sebenarnya Jeha tidak yakin bisa melakukannya, namun semua ini demi mempertahankan harga dirinya. “Kamu harus bisa Jeha! Jangan sampai terlena!” Jeha memotivasi dirinya sendiri di hadapan cermin. Penampilannya sudah rapi dan ia siap berangkat kuliah. Semangat Jeha menggebu-gebu, tidak sabar ingin melihat respon Sergio di kampus nanti. “Jeha berangkat kuliah dulu ya Ma, Pa!” Jeha mencium telapak tangan Affa dan Bima bergantian, kemudian mengecup dahi adiknya Hannah yang duduk di kursi bayi. Mereka baru saja selesai sarapan dan Jeha sudah buru-buru pergi. “Yakin gamau di antar Papa

