DORR

1592 Kata
Sekarang masih liburan, dan liburan tinggal 5 hari lagi. Alyo dan Ayla menghabiskan liburan mereka di rumah saja, karena kemaren mereka sudah liburan ke Padang. Alyo sekarang sedang menonton TV, selama liburan ia memang hanya menonton TV saja. "Kak," panggil Ayla yang duduk di samping Alyo "Apa?" tanya Alyo. "Menurut lo cinta itu apa?" tanya Ayla. "Ntah, gue kagak tau yang pasti cinta itu saling menyayangi satu sama lain," jawab Alyo, pria itu menatap Ayla heran tumben-tumbenan adiknya ini bertanya pasal cinta, apa Ayla sedang jatuh cinta? Tanya Alyo dalam hati. "Kenapa lo nanya gitu? Lo lagi jatuh cinta sama siapa?" tanya Alyo penuh selidik. "Ah nggak kok, gue cuma nanya menurut pendapat lo aja," ucap Ayla. "Kalau menurut lo cinta itu apa?" tanya balik Alyo. "Cinta itu mau berkorban demi orang yang dia sayang," jawab Ayla. "Berkorban seperti apa?" tanya Alyo. "Ya apa aja!" Lalu Ayla memain-mainkan ujung bajunya menatap ragu akan mengatakannya kepada Alyo. "Kak," panggil Ayla. "Hmm," gumam Alyo masih menonton TV. "Gue mau pergi nih," kata Ayla yang membuat kepala Alyo langsung menoleh ke gadis itu. "Pergi kemana?" tanya Alyo menyipitkan matanya. "Ke Bogor." "Nggak, jauh!, lo ngapain ke situ?" larang Alyo langsung. "Ayolah kak di sana ada acara reunian teman  SMP gue sama acara festival ice cream, gue sama si Kina kok perginya," jelas Ayla namun Alyo tetap menggelengkan kepalanya. "Jangan dah nurut aja apa kata gue, bahaya." "Ish kan Ayla udah gede." "Lo udah izin sama Mama belum?" tanya Alyo. "Gue mau izin tapi telpon mama gak aktif, kan mama sama papa lagi di pesawat," jawab Ayla. Oh iya Alyo sampai lupa, orang tuanya dua hari yang lalu pergi liburan dan hari ini akan pulang, mungkin sedang dalam perjalanan. "Mama sama Papa berapa lama di Malaysia?" "2 hari kak, kan sekarang pulangnya." "Lama banget sih." "Kak jangan alihin pembicaraan dong, boleh yaa Ayla pergi," bujuk Ayla menarik-narik tangan Alyo. "Nggak, ntar terjadi apa-apa sama lo," larang Alyo. Ayla malah mengerucutkan bibirnya lalu menghentak hentakan kakinya di lantai dan berlari masuk ke kamar. Huhh... biarlah Ayla ngambek tidak apa-apa, Alyo hanya khawatir jika terjadi apa-apa dengan adiknya. Secara kan Alyo hanya memiliki adik perempuan satu-satunya, Alyo tak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadap adiknya. *** Ayla kembali masuk ke kamarnya, ia sangat kesal karena Alyo tak mengizinkannya padahal Ayla sangat menginginkan ke sana sejak kemaren. "Kak Alyo nyebeliiiiiinn!" kesal Ayla berteriak di dalam kamarnya. "Kenapa gak ngizinin gue cobakk, truss gue ngomong apaan sama si Kina gakjadi pergi?" "Gue telpon dulu aja deh," ucap Ayla meraih ponselnya. "Hallo" "Kinnaaa... gue kayaknya gak bisa pergi." "Ha?, jangan becanda dong Ay." "Gue seriuss... gak dapat izin" "Lah kan lo bilang kemaren orang tua lo pergi liburan, dan pasti bisa pergi." "Ya gue lupa, kan masih ada Kak Alyo." "Lo bujukk kek, atau gimana gitu." "Gak bisa Na! Udah gue bujuk seribu kali juga." "Trus sekarang gimana?" "Ya gimana dong gue mau ikut!" "Yaudah lo coba bujuk lagi!" "Lo kayak gak tau Kak Alyo aja, dia sekali enggak tetap enggak." "Trus gimana? Gue 15 menit lagi OTW." "Gue kabur aja." "Lo Gila!" "Bodo ah, lo tunggu gue di belakang jendela kamar gue, ntar kita langsung pergi aja." "Oke okey." "Maafkan lah adikmu ini kak Alyo, yang terlalu nekat!" ucap Ayla mengambil tasnya. Ayla membuka jendela kamarnya dan menyelinap keluar dari situ, untung badan Ayla kecil jadi muat lewat di sana. Happ Ayla berhasil, ia melihat Kina sedang memanggil manggilnya, dengan gerakan cepat Ayla langsung naik motor Kina. "Lo terlalu nekat tau gak." "Haha gapapa sekali kali aja." "Yaudah ayo kita berangkat," ujar Kina. **** Setelah lama di perjalanan akhirnya Ayla dan Kina sampai juga. Tujuan mereka ke sini adalah Festival Ice Cream. Ayla dan Kina dapat undian Ice Cream gratis dan dapat voucher belanja sepuasnya, siapa juga yang kagak mau, masa Rezeki ditolak sih, pikir Ayla. Dan di sini mereka akan bertemu dengan teman SMP mereka juga, sekalian reunian. "Hai semuanyaa," sapa Ayla pada teman teman SMP, dan mereka semua berpelukan. "Akhirnya kita bisa ngumpul ya," kata Kina. Dan setelah itu mereka lanjutkan dengan obrolan manis mengenang masa SMP sambil memakan ice cream satu persatu di tangan mereka. *** "Na... gue kebelet nih," ucap Ayla. "Yah, gue kagak tau toilet umum di sini Ay." "Trus gimana dong, gak mungkin kan gue pipis di sini?" "Ya gak mungkin lah." Ayla mengedarkan pandangannya, matanya menyipit melihat ada toilet kecil di ujung sana. Tempatnya sedikit tertutup oleh semak-semak liar. Mungkin itu toilet sudah lama tak terpakai. "Na gue ke semak semak itu aja deh, kayaknya ada toilet di sana." "Jangan Ay, ntar ada ular gimana?" larang Kina. "Ish gak ada, gue udah kebelet banget ini." "Yaudah jangan lama lama ya, cepetann, atau lo mau gue temenin?" "Ish nggak lah, malu tau walaupun punya kita sama tetap aja gue malu." "iya deh iya, ayo cepetan ntar diliatin orang loh." "Iya, lo tunggu gue di sini aja, gue bentaran doang kok." "Iya." Ayla pun pergi menjauh dari Kina dan berjalan ke arah semak semak itu. Nahh.. Benar ada toilet tersembunyi di sini, tapi tak ada orang, Ayla sedikit ragu untuk masuk, tapi rasa pipisnya yang ingin keluar tak bisa ditahan lagi. "Nih toilet kagak ada penjaganya? Kok sepi banget," ucap Ayla. Akhirnya Ayla memilih masuk saja, walaupun sedikit gelap karena tidak ada lampunya. Setelah selesai Ayla keluar dari toilet. "Ahhh... leganya," kata Ayla dan menutup pintunya. Ketika Ayla berbalik badan seseorang berbadan kekar menghadangnya dan membekap mulut gadis itu. "AAA.. MMPPPSZZZP!" Ayla dibawa pergi, Kina melotot melihat Ayla diculik, jika Kina ke sana percuma saja mereka berdua pasti akan jadi korban, Kina memilih mengabari teman-temannya saja untuk menolong Ayla. "Tunggu gue, Ay!" ucap Kina. *** Alyo mondar mandir tak jelas di kamarnya, sejak tadi Ayla tak keluar dari kamar gadis itu, Alyo jadi penasaran adiknya itu ngapain aja di dalam. Alyo menggedor-gedor pintu kamar Ayla, eh sepertinya tak dikunci, Alyo membukanya benar tak dikunci Ayla. Kamar Ayla kosong, apa mungkin Ayla di kamar mandi? Jika iya Alyo harus bersiap-siap waspada dengan benda yang akan dilemparkan Ayla nanti krpadanya. Namun tak ada tanda-tanda Ayla di kamar mandi, Alyo mendekati kamar mandi Ayla lalu sedikit mendorong pintunya. Pintu kamar mandi terbuka dan tidak ada Ayla di dalamnya. Alyo melihat di sepenjuru kamar adiknya itu, mungkin Ayla terselip dimana. Di lemari... tidak ada. Di kolong bawah tempat tidur... tidak ada. Dalam nakas... tidak ada. Di dalam kloset... eh? Tidak ada. "Tuh anak keselip dimana sih?" tanya Alyo frustasi. Apa jangan-jangan Ayla kabur? Oh NO! Alyo mencoba menelpon Ayla. Nomor yang anda tuju tidak aktif... Nomor yang anda tuj... Nomor yang and... "Argh kagak aktif lagi," kesal Alyo. Perasaan Alyo jadi tak enak, lalu ia mencoba menghubungi Kina, Ayla tadi bilang jika ia pergi bersama Kina. "Hallo," jawab Kina di seberang telpon. "Hallo Na, Ayla sama lo gak? Gue telpon nomornya kagak aktif," cerocos Alyo langsung. Kina tak menjawab dan dia malah terisak, Alyo jadi tak tenang, pikirannya mulai memburuk. "Na, lo kenapa nangis?" tanya Alyo gusar. "Ay-ayla di-diculik kak." "APAA?" kaget Alyo tak percaya. "Tadi Ayla ke toilet dan toiletnya itu sepi, pas keluar toilet Ayla langsung dibawa sama penculik itu kak," jelas Kina. "Lo dimana sekarang?" "Puncak Bogor kak." "Gue ke sana sekarang!" Alyo langsung menutup telponnya dan mengambil jacket serta kunci mobilnya, Alyo tergesa-gesa keluar rumah mengunci pintu depan. Lalu Alyo menaiki mobilnya dan langsung menuju ke sana dengan kecepatan di atas rata-rata. Alyo tak peduli u*****n-u*****n dari pengendara lain karena ia mengendari mobil dengan ugal-ugalan. Ini darurat! Alyo tak ingin terjadi apa-apa dengan adiknya. Kurang lebih setengah jam akhirnya Alyo sampai di tempat tujuan, ia langsung menelpon Kina dan menunjukkan tempatnya sekarang. "Dimana lo liat Ayla terakhir kali?" tanya Alyo to the point. "Di sana kak, gue udah coba nyari sama teman-teman tapi Ayla tetap gak ditemukan," ucap Kina. Alyo mengangguk singkat lalu mulai mencari-cari jejak adiknya itu, tak lama kemudian ada pesan masuk dari Ayla. Alyo terkejut dan langsung membacanya. Pesan itu berisi alamat Ayla disekap dan minta tebusan 2M. Alyo mengerang kesal, emosinya jadi naik seketika. "Na, lo telpon polisi dan bawa warga ke alamat ini," ucap Alyo menunjukkan alamatnya kepada Kina. "Gue akan ke sana sendiri, nanti lo nyusul sama warga," jelas Alyo. "Baik kak," jawab Ayla. Lalu Alyo segera berlari memasuki mobilnya dan meleset pergi menuju alamat yang diberikan sang penculik itu, tak terlalu jauh dari sini jika menaiki mobil. Tak lama kemudian, Alyo keluar dan masuk ke dalam rumah tua itu, sesuai alamat yang diberikan. "KAK ALYOO!" teriak Ayla yang masih ditahan oleh orang-orang berbadan kekar. "Datang juga ya lo," ucap pria berkepala botak, oh mungkin ini bossnya. "LEPASIN ADIK GUE!" bentak Alyo tajam. "Serahin dulu uangnya, 2M tunai," ucap si botak dan tertawa diikuti oleh anak buahnya yang ikut tertawa. "GUE BILANG LEPASSIN ADIK GUE!" bentak Alyo lagi. Alyo harus mengulur waktu sampai polisi datang ke sini, namun tiba-tiba anak buah preman itu memegang tangan Alyo. "LEPASIN KAK ALYO!" teriak Ayla yang tak mau kakaknya kenapa-napa. "Lo pilih mana? Adek lo atau nyawa lo?" tawar boss preman itu. Alyo mengerang keras mencoba melepaskan diri namun anak buah preman itu menahan tangannya dengan keras. "LEPASIN ADEK GUE! TERSERAH LO MAU APAIN GUE! YANG PENTING AYLA SELAMAT!" teriak Alyo. "Nggak, lepasin kak Alyo, bawa aja gue dari sini, jangan sakitin kak Alyo," ucap Ayla dengan tangisannya. "Gue gapapa Ay, lepasin Ayla!" ucap Alyo lagi. Boss preman itu memberi kode kepada anak buahnya untuk melepaskan Ayla. "Gue akan lepasin adek lo, tapi dibayar dengan nyawa lo," ucap boss preman mengeluarkan pistol di dalam sakunya. "NGGAK! LEPASIN KAK ALYO! JANGAN SAKITIN DIA!" pekik Ayla histeris. Alyo tersenyum sinis mencoba menantang boss preman itu. "Silahkan aja, gue berani mati asalkan adik gue selamat," ucap Alyo sinis. "Wah wah nantangin gue ya lo!" ucap boss preman itu kesal. "LEPASIN DULU ADIK GUE!" bentak Alyo lagi, lalu anak buah preman itu segera melepaskan Alyo. Lalu pistol boss preman itu mengarah ke d**a Alyo, Ayla menangis histeris tak bisa membayangkan jika pistol itu menembus d**a Alyo. "Pilihan terakhir, nyawa lo atau adik kesayangan lo ini?" tanya boss preman itu untuk terakhir kalinya. "NGGAK KAK! Jangan selamatin gue, gue gapapa kak," ucap Ayla menahan Alyo untuk tak mengambil keputusan menyelamatkannya. Ayla tak mau Alyo celaka. "Bagi gue, lo lebih penting dari nyawa gue ay," ucap Alyo tersenyum manis ke arah Ayla, gadis itu menggeleng keras air matanya sudah mengalir deras. "Ah lama lo," kesal boss preman lalu menarik pelatuk pistol itu. "Nggak, jangan tembak kak Alyo!" larang Ayla. "AYLA GUE SAYANG LO!" DORRR! "KAK ALYOO!" Jika cinta menurutmu berkorban, aku siap berkorban untukmu. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN