Pelukan

1122 Kata

Ayla terduduk di Lantai, ia masih belum bisa menerima kenyataan ini. Ayla duduk memeluk lututnya dan menangis terisak-isak. Kenapa Alyo begitu cepat meninggalkannya? Bahkan Alyo belum mengetahui perasaan Ayla kepadanya. Ayla mengacak-ngacak rambutnya, ia sangat rapuh dan tak berdaya, Ayla tak tahu kehidupannya ke depan ntah seperti apa tanpa Alyo. "Kak, kenapa lo pergi secepat ini?" "Lo udah janji gak akan ninggalin gue, lo udah janji sama gue kak, lo udah janji! Lo harus tepatin janji lo!" ucap Ayla frustasi, ia menggesek-gesekkan telapak kakinya ke lantai. Ayla masih berada di depan ruangan Alyo, untuk berjalan Ayla tak sanggup lagi rasanya, bahkan untuk bangkit saja Ayla sudah tak mampu. Kakinya terasa lemat, tulangnya terasa melunak, hatinya terasa terbelah dua, benar-benar terlu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN