28

1274 Kata

“Aku dan Zendra akan pulang naik taksi saja, Kenneth. lebih baik kau menjemput istrimu,” ucap Violet setelah mereka berada di kedai es krim pilihan Zendra. Sebenarnya, restoran Violet kini juga menyediakan menu untuk anak-anak, tapi sepertinya Zendra ingin es krim favoritnya sekarang. Kenneth mengangguk. Ia berpamitan dengan anaknya, sebelum tersenyum tipis pada Violet. Tuhan tahu seberapa besar keinginannya untuk mencium pipi wanita itu sebelum pergi dari sana. Namun, Kenneth hanya bisa memendam itu dalam fantasi terliarnya. “Dadah, Ayah.” Zendra melambaikan tangannya. Violet dan Kenneth sama-sama tersenyum. Astaga, demi Tuhan, Kenneth ingin mendekat ke arah Violet sekadar mengecup pipinya saja. Kenapa rasanya sangat sulit? Violet berdeham canggung karena sedari tadi Kenneth masih bera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN