19

1173 Kata

Pagi itu, Violet merias kue pesanan pelanggannya dengan kerutan dalam di dahinya. Kue itu baru dipesan kemarin sore—biasanyaViolet akan memulai membuatnya dua hari kemudian atau bisa empat hari jika pesanannya sedang penuh. Tapi, Violet tidak peduli dengan jadwalnya sekarang, karena yang ia pedulikan adalah, ia harus menyibukkan dirinya dengan kegiatan apapun. Violet harus menyibukkan pikirannya agar tidak memikirkan...Kenneth. Dengan berat hati, ia harus mengakui bahwa temannya itu berhasil mengobrak-abrik kehidupan dan hatinya. Dulu memang ia menyangkal bahwa ia menyukai temannya itu. Namun, lagi-lagi ia harus memakan omongannya sendiri karena setelah lebih dari satu bulan ini, Violet masih terjebak oleh perasaannya pada Kenneth. “Violet?” tanya pegawainya seraya menggantungkan tas k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN