Semenjak bertemu dengan Putra, ada kekhawatiran dalam diri Raziq jika kelak Salfa kembali. Tidak menutup kemungkinan kalau Putra akan merebut Salfa darinya. Apalagi dengan perangai Raziq selama ini terhadap Salfa. “ Pak, saya mau mengingatkan kalau kita ada meeting jam satu siang.” Ucap Hani yang berdiri di depan meja Raziq. Tapi dia tidak mendapat jawaban apapun dari Raziq. Justru dia merasa kalau sejak tadi pagi, Raziq terlihat tidak fokus. “ Pak, pak Raziq.” Panggil Hani. “ Iya saya dengar kamu ngomong, apa kamu pikir saya tuli.” Jawabnya. “ Maaf pak, karena bapak ngga nyaut-nyaut jadi saya pikir bapak ngga dengar. Kalau gitu saya keluar dulu pak. “ Tunggu Han.” “ Ada apa pak.” “ Apa kamu yakin, kalau diantara mereka berdua ngga ada hubungan lebih.” Tanya Raziq. Hani tidak paham,

