Ngintipin Jaran

1697 Kata

Mina tersenyum lebar, "Iyah... Iyah," rancaunya sambil menekan pipi Kale kuat. Kapan lagi ia bisa melakukan itu. "Yepas..." kritik Kale susah payah bicara. Mina langsung melepaskannya d.an malah memperhatikan lilin itu "Lilinnya dibiarkan nyala aja, Mas sampai nanti malam?" tanyanya. "Ya," sahut Kale pendek. "Tapi ini, kan rumah pohon Mas, kalau lilinnya jatuh terus kebakaran gimana, aku takut Mas," cicitnya dengan tatapan sedih. Mina selalu takut dengan bencana-bencana apapun itu. "Kalau gitu gue gak akan tidur, lo aja yang tidur." Suruh Kale. Ia akan menjaga Mina dalam tidurnya, bahkan mungkin menjaga Mina dari mimpi buruknya. "Lilinnya di sini aja, yuk kita ke tengah lagi. Ppuukk!" Lagi Kale menempuk bagian belakang nan sintal milik Mina lagi, sepertinya hal itu sudah menjadi cand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN