Suara Hati Bidadari

1605 Kata

Mina POV Aku terjaga dalam dekapan hangat, ku tatap wajahnya yang damai. Seakan tidak pernah ketemui arti kepuasaan untuk terus melihatnya Anganku kembali ke satu jam lalu, di saat aku terang-terangan mengatakan kalau aku menginginkannya lagi. Ahkk.. kalau aku ingat diriku yang tadi rasanya pipiku langsung terasa panas, seakan sinar matahari menyengat kulit wajahku. Tapi jelas saja itu tidak mungkin karna aku berada di dalam kamar, di malam hari dengan suara gerimis yang perlahan berhenti. Aku masih disini, di tempatku yang seharusnya. Di dalam dekapannya Ku susuri kulit dadanya yang bidang, sesekali otot-otot di dadanya naik turun seiring dengan deru nafasnya yang teratur, mengundang tawa kecil dari sudut bibirku Mataku membulat ketika kutemui satu tanda bercak kemerahan, aku menyerit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN