"Seluruh hidupku, ku baktikan untukmu!" lirih Mina di sela anggukkannya Kale mendongak, mengangkat wajahnya yang tadi berada di dekapan Mina. "Sungguh?!" "Ya. Kamu bisa percaya aku. Kita sama-sama bangkit. Kamu mau'kan?!" Kale mengangguk cepat. Tak terlihat keraguan "Walau kelak aku bisa sangat berbahaya untukmu?!" "Huufftt...!" sesaat Mina membuang nafasnya. Dan itu membuat Kale penasaran kenapa Mina berreaksi seperti itu. "Entah mengapa aku justru menyukai sisi liarmu. Tapi satu yang aku gak suka. Saat kamu gak percaya sama aku!" sahut Mina pura-pura ngambek seraya menggulung tangannya di dada "Kapan aku gak percaya sama kamu?!" tanya Kale tidak mau mengakui sisi menyebalkannya "Kapan...?!" sewot Mina. Berganti menangkup pipi suaminya. Menggoyangkan pipi Kale. "Tadi yang sangka

