“Byuurrr...” Dude merasa seluruh kulitnya mengigil, beku serta perih karna air dingin yang mengguyur tubuhnya. Terdapat banyak luka gores pada setiap inchi raganya. Sebuah luka sabetan memanjang, seakan menyatu satu sama lainnya, membuat ia terlihat seperti macan dengan garis belangnya Sabetan yang berasal dari pecutan yang terbuat dari ranting bambu itu terus menghujam badannya meski Dude terus berteriak kesakitan. Peluh menyatu dengan darah, terkubur di bawah kakinya yang goyah. Kaki Dude gemetar tak lagi sanggup menahan penyiksaan itu sedang tangannya di ikat ke atas Cambuk yang biasanya digunakan untuk aksi kuda lumping sekarang malah berakhir padanya. Dude bahkan tidak mengerti sampai kapan ia harus seperti ini Hanya satu yang membuat ia mampu bertahan, Dude yakin cintanya pada Oli

