Semakin dekat

1568 Kata

“Hemm... Kalau itu aku juga berdoa semoga suatu hari nanti aku bisa bertemu sama Papa lagi” rancau Kale. Tatapannya terlihat kosong, seakan ia sedang mengembara dalam ingatannya tentang masa lalu. Mina yang menyadarinya merasa bersalah. Yah, Kale tidak boleh merasa tertekan, dengan senang hati wanita itu mengambil tangan Kale. Mencoba menyadarkan dari lamunannya “Mas waktu itu berarti kamu gendong aku saat kebakaran, Kamu hebat Mas” salut Mina riang. Tatapan Kale kembali fokus ke Mina, tangannya mengelus sisi rambut istrinya dengan kepalanya yang mengangguk setuju “Waktu itu pasti Mas merasa kesulitan gendong aku, sambil mencoba menjauh dari kepungan api” paparnya lagi seakan bisa memprediksi kejadian yang terjadi. Padahal Mina sama sekali tidak mengingat apapun setelah ia pingsan dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN