"Hemm!" Kale berdehem untuk mengurai kecewanya. Mina memperhatikan wajah Kale. "Jangan marah,yah Mas!" pintanya sambil mengelus pipi Kale. "Kamu jelek kalau cembetut gitu gak pantes!" canda Mina seraya menatap Kale dengan tatapan jenakanya. Kale tersenyum tipis. Tipis banget, mungkin kulit bawang lebih tebal dari kadar senyumnya. Kalau saja Mina tidak hafal wajah datar Kale. Ia juga, pasti tidak akan menyangka kalau Kale lagi berusaha tersenyum "Suami aku itu kalau senyum manis banget, uuhhh...!" goda Mina sembari memonyongkan bibirnya "Apa sih!" sahut Kale jauh tertawa sampai menampilkan giginya "Tuhkan... Manis banget kalah gula sekilo!" "Masa sih?!" Gak bisa Kale tutupi wajahnya yang merona, malu di puji sama Mina. "Senyum lagi dong!" pinta Mina memfokuskan matanya ke wajah Ka

