EMPAT PULUH SATU

1864 Kata

Naraya melangkah masuk ke sekre OSIS sehabis ulangan matematika. Dia dipanggil Renard untuk membahas soal ketika istirahat. Ketika dia datang, cowok itu sudah duduk di salah satu kursi pada ruang rapat. Berbekal kepercayaan guru, Renard bahkan bisa mendapat satu lembar soal kelas IPS dan sudah dikerjakannya hingga selesai. “Ini. Coba kamu lihat,” pinta Renard sambil menyodorkan soal yang sudah diisi jawaban. “Gimana? Kira-kira kamu salah berapa?” tanya Renard lagi. Naraya mengerutkan dahi, berpikir sesaat untuk kembali mengingat jawaban soalnya. “Kayaknya salah enam, deh.” Terdengar Renard mendesah pelan. “Kalau salah enam, kemungkinan masih dapat nilai 80, ‘kan?” Cowok itu menilik jumlah kembali soal Matematika. Ada 50 soal. “Sesuai target kamu nggak?” tanyanya lagi. “Lumayanlah, Rey

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN