Begitu Naraya yang sedang menggandeng seorang lelaki naik ke pelaminan untuk menyalami mempelai, Yusuf yang baru datang dari mengambil dua gelas minum langsung duduk di samping Adji sambil menghirup minumannya dengan berisik. Adji yang sudah kembali dari rest room dan duduk bersama dengan yang lain, menjadi menoleh. "Haus, Cup?" candanya. Ditanya seperti itu, Yusuf kemudian menyengir. Tingkahnya barusan memang disengaja agar perhatian Adji teralih kepadanya. "Panas soalnya, Kak. Butuh asupan minum yang segar-segar. Kak Adji perlu minum juga nggak?" "Udah tadi," tolak Adji sambil mengeluarkan ponsel dari saku jas untuk melihat pemberitahuan yang datang. "Tadi ya tadi, sekarang ya sekarang. Tingkat suhunya beda." Yusuf menggeser satu gelas jus yang dia bawa ke depan Adji sambil berbisik

