Hari ini banyak tatapan mau tahu mengarah kepada Naraya ketika dia masuk ke kelas. Setelah mendaratkan badan di kursi, Naraya memandang ke samping, Gesna belum datang. Dia melepas tas punggung dan menjejalkan tas itu ke dalam laci, tetapi terasa ada yang menghalangi sehingga ransel hitam itu tidak bisa masuk dengan baik. Naraya mengernyit. Buku-buku cetaknya di laci sudah dibawa pulang karena sebentar lagi mau UTS. Stok surat izin atau surat sakit yang ditinggal di laci juga sudah menipis. Lalu ada apa di lacinya? Menarik kembali tas, Naraya melihat sebuah kotak yang tampak asing. Ditariknya kotak berwarna emas keluar dari laci. Di dalam kotak tersebut ada kepingan cokelat kecil berbentuk kotak yang lucu dan cantik. Cokelat Godiva. Godiva ini punya siapa? Dengan curiga, pandangan Naraya

