ENAM PULUH TUJUH

1914 Kata

Sofia mengekor di belakang pria berjas putih yang menjadi dokter jaga ruangan ICU. Mereka memasuki ruangan khusus dokter. Perlahan, Sofia mengambil duduk pada kursi seberang meja dokter sedangkan dokter tersebut menunjukan beberapa hasil rekam medis yang dilakukan atas nama Naraya. "Ibu, kami mohon maaf sebelumnya." Dokter menjeda. "Dari hasil pemeriksaan sementara selama belakangan ini, kami belum bisa mengetahui pasti diagnosa pasien. Namun, ada kemungkinan kondisi pasien mengalami kerusakan otak berat bahkan bisa mengarah ke mati otak." Pria berumur setengah baya itu meneruskan lebih lanjut atas kalimatnya tadi. "Jika yang terjadi adalah kerusakan otak berat, kemungkinan pulih ada meski nantinya disertai masalah yang menetap di pasien. Entah itu kognitif, perilaku ataupun fisik." "Un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN